BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Sejarah
media massa telah dimulai semenjak manusia mengenal tulisan ribuan
tahun yang lalu. Dengan adanya tulisan maka muncul juga para penulis
yang mencatat atau menulis di buku catatan. Berkembangnya tulisan ini
kemudian semakin lama dikenal dengan media massa. Media massa telah
membantu dalam menciptakan kesadaran social dan juga telah member
manusia dengan cara yang lebih mudah dalam menjalani hidup.
Media
massa berkembang sejak sekitar 3300 SM,ketika bangsa Mesir
menyempurnakan huruf hieroglif. Sistemm penulisan ini didasarkan pada
penulisan symbol. Kemudian pada tahun 1500 SM, bangsa Semit menyusun
huruf konsonan. Setelah itu sekitar 800 SM huruf vocal dimasukkan
kedalam alphabet oleh bangsa Yunani.
Banyak
buku yang ditulis pada zaman dahulu, namun berdasarkan penelitian
mengkonfirmasi bahwa buku yang pertama di cetak Diamond Sutra yang
ditulis di Cina pada tahun 868 SM. Teknologi percetakan kemudian
berkembang ke Eropa. Pada tahun 1400, Johannes Gutenberg ( Jerman ),
menemukan mesin cetak dan buku pertama dicetak pda tahun 1453. Surat
Kabar berkembang sekitar tahun 1600 SM, surat kabar pertama yang dicetak
adalah the relation. Selanjutnya pada tahun 1690, Benjamin Harris
mencetak surat kabar colonial pertama di Boston. Koran pertama
Afrika-Amerika berjudul Freedom’s Journal pada tahun 1827. Dan mulai
awal tahun 1900-an, media cetak dapat ditemukan dalam bentuk buku,
pamphlet, majalah dan surat kabar.
Telegraf
pertama kali ditemukan pada tahun 1844oleh Samuel Morse. Telepon
ditemukan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876 yang membawa
revolusi dibidang komunikasi dan di paruh abad ke-20, internet mulai
berkembang. Dengan konsep internet , dunia dapat terhubung secara global
. Teknologi e-mail mulai dikembangkan pada tahun 1970-an . Kemudian
muncul ide dari Tim Berners-Lee dengan world wide web pada tahun 1990.
Saat ini, terdapat lebih dari dua miliar orang yang menggunakan internet
untuk dapat saling bertukar informasi dan melakukan komunikasi massa
jarak jauh.
Dalam
komunikasi massa kita membutuhkan penapisan informasi (Gatekeeper).
Yakni beberapa individu atau kelompok yang bertugas menyampaikan atau
mengirimkan informasi dari individu ke individu yang lain melalui media
massa (surat kabar, majalah, televise, radio, radio tape, compact disk,
buku).
Defenisi
yang di kemukakan oleh Bittner menekankan akan arti pentingnya
gatekeeper dalam proses komunikasi massa. Dalam proses komunikasi massa
disamping melibatkan unsur – unsur komunikasi sebagaimana umumnya, Ia
membutuhkan pesan media massa sebagai alat untuk menyampaikan atau
menyebarkan informasi.
Media
massa tidak berdiri sendiri, didalamnya ada beberapa individu yang
bertugas melakukan pengelolaan sebelum informasi disampaikan kepada
audiens. Informasi yang diterima audiens dalam komunikasi massa
sebenarnya sudah diolah oleh gatekeeper dan adisesuaikan dengan misi
visi media yang bersangkutan, khalayak sasaran dan orientasi bisnis atau
ideal yang menyertainya bahkan sering pula disesuaikan dengan
kepentingan dengan penanaman modal atau aparat pemerintah yang tidak
jarang ikut campur dalam sebuah penerbitan.
Dan
saat ini media massa pintar sudah menjadi konsumsi setiap individu
bahkan pengguna media massa pintar ini semakin bertambah tiap tahunnya
dikarenakan pengguna dapat mengakses berbagai informasi diberbagai
belahan dunia hanya dengan hitungan detik.
Dengan
demikian media massa pintar atau dikenal media smart nmobs adalah
alat-alat atau perangkat komunikasi yang bisa menyebar pesan secara
serempak, cepat kepada audiens yang luas dan heterogen. Kelebihan media
massa pintar dibandingkan dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa
mengatasi hambatan ruang dan waktu bahkan media massa pintar mampu
menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas.
B. Tujuan
Ada pun tujuan dari makalah ini adlah:
1. Untuk mengetahui media smart mobs
2. Untuk mengetahui jenis-jenis media amart mobs
3. Untuk mengatahui fungsi dan contoh-cntuh media smart mobs
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Media
Media
dalam komunikasi berasal dari kata "mediasi" karena mereka hadir di
antara pemirsa dan lingkungan. Istilah ini sering digunakan untuk
menyebutkan mediamassa
Media
massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari
sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat
komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV (Cangara, 2002).
Sementara pendapat lain mengatakan bahwa khalayak massa itu haruslah
heterogen dan tersebar di berbagai tempat yang berbeda-beda. Sehingga
komunikasi antara komunikator dan komunikan tidak terjadi secara
langsung dalam waktu tatap muka. Media komunikasi massa, yang disebut
juga media massa, dengan demikian dapat berupa media cetak seperti surat
kabar, majalah serta terbitan berkala lainnya, dan bulletin kantor
berita, dapat pula berupa media elektronik seperti radio, televisi,
video dan film.
Tidak semua media bisa disebut media massa. Karakterisitik media massa terpopuler antara lain :
a. Publisitas
Disebarluaskan kepada public, khalayak, atau banyak orang.
b. Universalitas
Pesannya
bersifat umum, tentang segala aspek kehidupan dan semua peristiwa di
berbagai tempat, juga menyangkut kepentingan umum karena sasaran dan
pendengarnyaorang banyak (masyarakay umum).
c. Periodisitas
Tetap atau berkala, misalnya harian atau mingguan, atau siaran sekian jam per hari.
d. Kontinuitas
Berkesinambungan atau terus menerus sesuai dengan periode pengudara atau jadwal terbit.
e. Aktualitas
Berisi
hal - hal baru, seperti informasi atau laporan peristiwa terbaru, tips
baru, dan sebagaianya. Aktualitas juga berarti kecepatan penyampaian
informasi kepada publik.
Jenis – jenis media massa saat ini secara garis besar dibagi menjadi 3, yaitu :
a. Media Cetak (Printed Media) : Surat kabar, tabloid, dan majalah.
b. Media Elektronik (Electronic Media) : TV, Radio, Film dan Video.
c. Media Siber (Cyber Media) : Website, Portal berita, Blog, dan media sosial.
Untuk
berkomunikasi melalui media massa, keterampilan atau keahlian yang
harus dimiliki antara lain menulis (writing), jurnalistik, broadcasting /
announcing skills, editing, bahasa jurnalistik (bahasa media), dan
editing foto, audio, dan video.
Tidak
di pungkiri, perkembangan teknologi media massa yang terus berubah dari
waktu kewaktu itu juga di sebabkan oleh implikasi sejarah perkembangan
manusia itu sendiri artinya, perkembangan komunikasi itu tidak ada kalau
manusia tidak ingin berkembang, dapat di katakan perkembangan
komunikasi sejalan dengan perkembangan sejarah manusia. Menurut melvin
defleun dan sandra j. ball-rokeach dalam bukunya theories off
masscommunication (1989), setidak tidaknya di sebutkan adanya revolusi
komunikasi masa yaitu:
a. zaman pengguna tanda dan isyarat sebagai alat komunikasi (the age of signs aand signals)
b. zaman di gunakannya percakapan dan bahasa sebagai alat berkomunikasi( the age of specch and language)
c. zaman di gunakannya tulisan sebagai alat komunikasi (the age of writing)
d. zaman di gunakannya media cetak sebagai alat komunikasi dan informasi.
Setiap
orang mebutuhkan informasi sebagai bagian dari tuntutan kehidupan dan
sebagai penunjang kegiatannya. Media massa sangat bermanfaat bagi
pemenuhan kebutuhan informasi tersebut.
2. Pengertian Smart Mobs
Smart
Mobs atau yang diartikan sebagai massa pintar mungkin secara logika
dapat diartikan sebagai masyarakat yang memiliki pemahaman teknologi
yang tinggi, merurut Wikipedia smart mobs atau massa pintar diartikan
sebagai kelompok yang bertentangan dengan konotasi massa berprilaku
cerdas atau efisiean yang kuadratnya meningkatkan jaringan, memungkinkan
orang - orang untuk terhubung ke informasi dan yang lainnya, untuk
melakukan tugas yang memungkinkan sebuah koordinasi sosial.
Menurut
Dewa Adhitiya dalam blognya mengatakan bahwa smart mobs merupakan
sekelompok manusia mendadak berkumpul di tempat umum, lalu melakukan
aktifitas bersama – sama dalam waktu sangat singkat dan langsung bubar
untuk kembali ke aktivitas masing – masing. Peserta tidak saling kenal
karena persiapannya dilakukan diam – diam, bahkan lokasi baru
diberitahukan pada H-1. Dalam pengertian lain Smart Mobs juga diartikan
sebagai suatu istilah yang berkaitan dengan pengguna teknologi sebagai
media yang memiliki mobilitas cukup tinggi untuk melakukan suatu proses
social secara missal.
Menurut
Howard Rheinghold dalam bukunya yang berjudul Smart Mobs “The Next
Social Revolution” menyatakan bahwa smart mobs adalah indikasi teknologi
yang berkembang untuk memberdayakan orang - orang atau masyarakat.
Salah
satu model yang paling populer dalam koordinasi massa dan mobilisasi
tren saat ini dikenal dengan sebutan Flash Mob, kegiatan tersebut
menggunakan saluran biasa untuk berkomunikasi, berkolaborasi serta
berkoordinasi dengan masyarakat umum atau pemerintah. Massa yang
menggunakan kekuatan mobilisasi jaringan sosial untuk mendorong
perubahan sering disebut massa cerdas atau Smart Mobs.
3. Fungsi dan Contoh Media Smart Mobs
Teknologi
yang digunakan dalam smart mobs biasanya teknologi yang memiliki
mobilitas yang tinggi seperti: teknologi internet dan teknologi telepon
seluler dimana teknologi ini memiliki mobilitas dan flexibilitas yang
tinggi dan cepat. Contohnya pada jaman seperti sekarang ini jaringan
internet dan jaringan seluler dapat diakses dari mana saja dan juga
menyebarkan informasi melalui media social, teknologi ini membutuhkan
waktu yang sedikit cocok untuk smart mobs mengingat smart mobs
melibatkan orang dalam jumlah yang banyak. Pada dasarnya, smart mobs
adalah implementasi praktikal dari inteligen kolektif. Berdasarkan
Rheingold, salah satu contoh dari Smart Mobs adalah demonstran yang
diorganisir oleh penggerak anti globalosasi.
Seperti
yang di kemukakan Howard Rheinghold smart mobs adalah indikasi
teknologi yang berkembang untuk memberdayakan orang - orang atau
masyarakat. Dan saat ini media social sebagai media massa digunakan oleh
orang – orang untuk saling bertukar informasi atau melakukan hubungan
jual beli tanpa mengenal jarak dan waktu.
Ciri – ciri dari Smart mobs antara lain :
a. Pelakunya banyak atau dilakukan oleh orang yang sangat banyak (massal).
b. Biasanya dalam berkomunikasi/berkordinasi menggunakan teknologi yang memiliki mobilitas yang tinggi.
contoh lain dari penggunaan media smart mobs
a. Pada
tanggal 21 Januari 2001, Smart Mobs di Filipina lebih efektif digunakan
dengan pesan teks untuk menghasilkan protes yang akan menyebabkan
jatuhnya Presiden Joseph Estrada. Pesan teks tersebut adalah "Go 2EDSA,
Wear blck." Jumlah masyarakata Filipina yang menerima pesan tersebut
kurang lebih satu juta orang, masyarakat tersebut serentak melakukan
aksi protes diam. Dalam kasus ini kita dapat melihat kekuatan mobilisasi
jaringan sosial untuk mengekspresikan sudut pandang mereka demi mencapai suatu perubahan.
b. Aksi perotes masyarakat Korea selatan untuk pembatasan daging impor sapi dari AS.
c. Fenomena
dinner En Blanc, yang telah diadakan setiap tahun di Paris, Perancis
sejak 1988 untuk satu malam pertama di akhir bulan Juni. Para tamu
undanagan hanya memakai pakaian putih dan berkumpul di tempat yang telah
ditentukan. pengetahuan yang mereka miliki hanya sedikit dan dalam
waktu yang sangat singkat. Mereka disana membawa makanan, minuman,
kursi, dan meja sendiri dan mereka selanjutnya berkumpul dan makan,
setelah itu mereka langsung bubar begitu saja, acara ini hanya dapat
dihadiri oleh orang - orang yang telah mendapat undangan tentang lokasi
yang digunakan.
d. Aksi 212 yang terjadi di Jakarta mengenai isu pelecehan surah Al-Maidah ayat 51 pada tahun 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar